TRIZ (part 2)

June 29, 2008 at 7:42 pm 1 comment

Analytical Tool

Dalam TRIZ, ada sejumlah langkah analitik yang membentuk metode untuk memfokuskan pada kesempatan atau permasalahan yang tepat, antara lain:

  • Mengklarifikasi peluang – mengumpulkan semua data yang relevan untuk analisa dan meyakinkan fokus pada peluang yang tepat, tidak sekedar gejala.

  • Analisa Fungsi – mengambil pernyataan masalah tunggal dan, melalui penggunaan pernyataan sebab dan akibat yang berhubungan, bangkitkan daftar lengkap dari permasalahan yang yang lebih eksplisit. Tujuan analisa fungsional adalah penyederhanaan, kecenderungan dalam pengembangan desain dengan jumlah parameter yang menurun tetapi tidak dapat lebih kurang dari jumlah keperluan fungsional.

  • Algoritma untuk Pemecahan Masalah Inventive (ARIZ) – TRIZ telah mengembangkan suatu prosedur penyelesaian masalah dimana kita menganalisa permasalahan untuk memformulasikan kontradiksi teknis, kemudian mereformulasikannya dengan beberapa langkah ke dalam suatu kontradiksi fisik, dan akhirnya menyelesaikan masalah tersebut dengan prinsip pemisahan. Prosedur ini yang disebut ARIZ: suatu langkah alternatif untuk menyusun definisi masalah untuk permasalahan yang lebih sulit.

  • Analisa Substance-Field – memodelkan permasalahan ke dalam komponen melalui pemikiran baru berdasarkan struktur sistem dan sumber energi. Solusi-solusi berguna untuk berbagai kasus dari Substance-Field Model telah diakumulasi dan dipadatkan ke dalam ”76 Inventive Standard Solution”.

Knowledge Based Tool
Knowledge based tool yang disebutkan disini menunjukkan pengamatan utama yang dibuat Altshuller tentang memperbaiki efisiesi dan efektivitas penyelesaian kontradiksi dan membangkitkan konsep terobosan baru inventive. Semua tool TRIZ berbasis pengetahuan menghasilkan konsep yang memerlukan perubahan pada solusi praktis untuk memuaskan kebutuhan permasalahan tertentu.

  • Pola/Prediksi Evolusi. Inilah deskripsi serangkaian desain yang mungkin untuk desain tertentu. Satu prediksi, misalnya, menggambarkan perkembangan sistem dari tingkat makro ke tingkat mikro. Untuk menciptakan produk atau jasa yang dapat bersaing, penting untuk meramalkan kondisi masa depan untuk desain fungsional yang serupa. Ini biasanya dilakukan melalui metode analogi dan eksplorasi. Perkembangan sebelumnya dari kebutuhan desain fungsional diuji dan diplotkan pada kurva evolusi S-shaped, kemudian dibuat kesimpulan tentang alternatif konseptual yang memungkinkan dari perkembangannya, dengan pertimbangan yang tepat diberikan pada kecenderungan evolusioner dan parameter desain yang berbeda.
  • Prinsip Inventive dan Tabel Kontradiksi. Kontradiksi desain antara dua parameter kinerja dapat diselesaikan dengan menggunakan satu atau lebih 40 dasar inovasi. Dasar penggunaan secara sukses untuk 1263 kontradiksi ditunjukkan dalam sebuah matriks kontradiksi. Untuk mewakili kondisi kontradiksi teknis ini, TRIZ telah memilih 39 parameter sistem dan menyediakan matriks permasalahan berukuran 39 x 39. Kemudian, dengan survey sejumlah besar paten, tiap paten dianalisa untuk menemukan tipe mana (diantara 39 x 39) dari kontradiksi teknis dan prinsip mana dari penemuan yang paling banyak digunakan dalam tiap tipe 39 x 39 permasalahan. 4 prinsip teratas pada tiap-tiap tipe permasalahan dicatat dalam bentuk tabel dari 39 x 39 elemen; tabel hasil disebut “Matriks Kontradiksi Altshuller”.

  • Prinsip Pemisahan. Kontradiksi yang melekat, terkadang disebut kontradiksi fisik, merupakan kejadian simultan dari dua kondisi yang terpisah satu sama lain yang dapat diselesaikan menggunakan prinsip pemisahan.
  • Solusi Baku. Ada modifikasi sistem generik untuk model yang dikembangkan menggunakan analisis Su-Field (76 Inventive Standard Solution). Solusi ini dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori utama:
  • Meningkatkan sistem dengan tanpa atau sedikit perubahan – 13 solusi baku
  • Meningkatkan sistem dengan mengubah sistem – 23 solusi bakuTransisi sistem – 6 solusi baku
  • Transisi Sistem – 6 solusi baku
  • Deteksi dan pengukuran – 17 solusi baku
  • Strategi untuk menyederhanakan dan meningkatkan – 17 solusi baku
  • Efek. Suatu efek adalah tindakan fisik sebuah obyek yang menghasilkan suatu dasar atau tindakan lain sebagai konsekuensi. Sebagai aturan umum, ini adalah fenomena yang berhubungan dengan desain produk.
  • Sistem Operator. Saat menganalisa model fungsi setelah mengklarifikasi langkah peluang, kita dapat mendekati model dari 3 pandangan atau strategi. Strategi tersebut antara lain:
      1. mengeliminasi efek berbahaya,

      2. mengeliminasi tindakan berlebih, dan

      3. mempertinggi tindakan yang bermanfaat

Entry filed under: Alat Bantu Rekayasa Kualitas. Tags: , , .

Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) Stastitical Process Control (SPC)

1 Comment Add your own

  • 1. Jasa analisa data  |  February 24, 2016 at 4:07 pm

    I’m impressed, I have to admit. Seldom do I encounter a blog
    that’s both equally educative and amusing, and without
    a doubt, you have hit the nail on the head. The problem is something too few folks are speaking intelligently about.
    I’m very happy I came across this during my hunt for something regarding this.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


June 2008
M T W T F S S
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Jumlah visitor:

  • 340,400 orang

%d bloggers like this: