Pugh Concept Selection

June 30, 2008 at 2:30 am Leave a comment

1. Pugh Concept Selection

Mekanisme kunci untuk memilih desian terbaik yang mungkin atau solusi proses adalah metode dari ”controlled convergence,” yang telah dikembangkan oleh Stuart Pugh (Pugh, 1991) sebagai bagian dari proses pemilihan konsep ini. Controlled convergence adalah solusi iteratif proses pemilihan yang memberikan alternatif pemikiran konvergen (analitik) dan divergen (sintesis) untuk tim berpengalaman. Metode ini mengalternatifkan antara aktivitas generation dan selection (gambar 1). El Haik dan Yang (2003) diusulkan mengikuti peningkatan/perbaikan metode controlled convergence:

  1. Aktivitas ”generation” dapat diperkaya dengan penyebaran desain Axiom 1 dan semuanya diperoleh kerangka kerja teoritis, untuk kebutuhan fungsional bebas. Penyebaran ini akan diperoleh lebih lanjut dengan berbagai konsep metodologi TRIZ untuk memutuskan vulnerability desain yang dapat diaplikasikan.
  2. Aktivitas ”selection” dapat diperoleh dengan penyebaran Axiom 2, untuk kesederhanaan desain

Gambar 1. Metode controlled convergence

Controlled convergence menggunakan perbandingan tiap entitas solusi alternatif untuk mereferensikan data. Evaluasi konsep lebih ke subyektif daripada obyektif. Namun, promosi discourage dari ide berdasarkan dalam opini dan kemudian mempromosikan obyektivitas. Metode controlled convergence diberikan untuk eliminasi fitur yang jelek dan konsep yang lemah, dan kemudian memfasilitasi munculnya konsep baru. Ini menjelaskan konsep terbaik sebagai satu dari kebanyakan kemungkinan untuk mempertemukan konstrain dan kebutuhan pelanggan (CTS) digambarkan dengan spesifikasi, dan satu vulnerable yang paling sedikit untuk menyegerakan kompetisi proyek.

Pengembangan konsep melalui kombinasi alternatif solusi dan kebutuhan fungsional dapat diidentifikasikan dengan matriks yang disebut matriks morfologis atau sintesis. Dalam matriks ini, kebutuhan fungsional (FR) di-list dalam baris dan alternatif solusi (parameter desain dan/atau variabel proses) diletakkan di bawah pada kolom. Pada poin ini, tahapan proses (subproses) biasanya didefinisikan sebagai parameter desain pada level hierarki jika mapping desain diadakan menyerupai contoh dalam subsesi 2.5.1. Namun, pengetahuan ini tidak dirinci pada tahap ini. Kebutuhan fungsional perlu di-list dalam hierarki mereka oleh tim, untuk yang terbaik dari pengetahuan mereka dalam tahapan ini, dan sebaiknya dikelompokkan sesuai dengan tipe DP/PV mereka (tipe prosedur, tipe kebijakan, tipe pelatihan, dll).

Konsep ini dipersatukan dan dibangkitkan dari semua kombinasi fisibel yang mungkin dari semua parameter desain (DP) yang mungkin per kebutuhan fungsional (FR) dalam matriks. Menghubungkan semua solusi yang mungkin menggunakan anak panah antara parameter desain yang mengidentifikasi konsep desain fisibel. Anak panah dapat hanya dihubungkan saat tim percaya secara teknis mengenai kemampuan fisibel fungsional dan produksi (El-Haik, 2003, 2005).

Dalam pengadaan latihan ini, tim akan mengintifikasi semua solus desain fisibel yang mungkin. Dalam tahap berikutnya, ditunjukkan oleh pengetahuan mereka dan peta perjalanan DFSS, tim sebaiknya konsentrasi hanya pada solusi yang menjanjikan. Tantangan disini adalah menjamin bahwa kesesuaian fisik dan fungsional dan konstrain lainnya dipertemukan dan aliran DP yang tepat seperti prosedur, kebijakan, komunikasi dan lainnya, diidentifikasi sebagaimana mestinya. Secara normal, tiap kebutuhan fungsional dapat dikirim dengan beberapa DP yang mungkin yang diberikan level hierarki dengan konsep. Oleh karena itu, latihan matriks sintesis sebaiknya diadakan pada semua level struktur desain. Identifikasi semua solusi alternatif yang mungkin (DP) per kebutuhan fungsional mungkin dapat difasilitasi dengan menggunakan pendekatan morfologi dari Zwicky (1984) dan metodologi TRIZ.

Beberapa tinggi level yang mungkn dan konsep yang tidak rinci biasanya dibangkitkan menggunakan matriks sintesis. Bangkitan konsep multiple ini memposisikan pemilihan masalah. Dimana konsepnya harus dipiih untuk rincian lebih lanjut dalam peta DFSS? Tim DFSS harus memilih konsep terbaik menggunakan metode pemilihan konsep Pugh.

Dalam tahap ini, tim DFSS menghasilkan konvergensi ke konsep terbaik dalam tahap alternatif yang ditunjukkan dengan disiplin DFSS atau rigor. Urutan yang dapat digunakan untuk memfasilitasi konvergensi ke konsep terbaik dengan tim DFSS:

  1. Mengembangkan suatu kriteria berdasarkan apa yang pelanggan mau dan apa yang dibutuhkan, CTS. Tentukan beban kepentingan CTS. Jangan lupa peraturan dan kebutuhan legal dalam mapping desain. Kriteria ini harus dapat diukur, didefinisikan, dan dipahami dari semua member tim.
  2. Kembangkan cara untuk menguraikan konsep yang dikembangkan lebih jauh.
  3. Pilih data (baseline) dengan semua konsep lain yang dibandingkan. Data dapat berasal dari baseline yang ada, dalam kasus situasi redesain. Dalam situasi desain baru, data dapat pada tiap konsep bahwa tim mungkin membangkitkan dari matriks sintesis.
  4. Kembangkan kelompok konsep desain yang dimaksud pada kepuasan CTS dan FR.
  5. Menggunakan matriks sederhana, buat daftar kriteria dari tahap 1 diatas pada sebelah kiri dan konsep melewati puncak. Buat daftar konsep dalam kolom dari matriks Pugh yang diperoleh dari matriks sintesis.
  6. Bandingkan konsep baru dengan data. Evaluasi konsep dengan kriteria yang didefinisikan. Gunakan evaluasi tradisional plus (+), minus (-), atau sama (s). Data akan menjadi elemen netral dari sistem penomoran yang telah dipilih. Bandingkan tiap entitas solusi dengan data, nilai dengan plus (lebih baik daripada),minus (lebih buruk daripada), atau sama dengan data. (Lihat gambar 2 untuk matriks Pugh dari perjalanan Eropa.)


Gambar 2. Matriks Pugh dari perjalanan Eropa

  1. Identifikasikan konsep yang paling baik, memiliki skor relatif dari data, dan jumlah rank melewati semua kriteria untuk mendapatkan skor. Skor ini tidak harus dijaga se-absolut mereka hanya untuk pemimpin, seperti, tidak harus dijumlahkan secara aljabar. Beberapa konsep akan menunjukkan kekuatan relatif, sebaliknya yang lainnya akan mendemonstrasikan kelemahan yang relatif. Pilih konsep terbaik dengan jumlah maksimum plus dan minimum minus.
  2. Buatlah hybrids. Kombinasikan konsep terbaik untuk membuat data baru. Menggabungkan ide yang kuat dari konsep-konsep lainnya. Tampilkan studi trade-off ke alternatif bangkitan menggunakan axiom desain dan TRIZ. Lihat pada negatif. Apa yang dibutuhkan dalam desain untuk membalikkan negatif (relatif ke data)? Akankah perbaikan membalikkan satu atau lebih positif yang ada karena pemasangan desain? Jika mungkin, kenalkan konsep yang dimodifikasi ke dalam matriks dan beberapa entitas solusi original dalam matriks untuk referensi tujuan. Eliminasi konsep lemah dari matriks. Ini akan mengurangi ukuran matriks. Lihat jika konsep kuat mulai untuk muncul dari konsep, ini akan menjadi indikasi satu atau dua hal (atau campuran keduanya). (1) Kriterianya ambigu, dan karena itu, subyek dicampur interpretasi tim DFSS. (2) Uniformitas dari satu atau lebh konsep menganjurkan agar mereka subset dari lainnya (seperti mereka tidak nyata/berbeda). Dalam kasus ini, matriks tidak dapat membuat perbedaan karena mereka tidak ada.
  3. Jika data baru tidak dapat diterima, loncat (loop) ke tahap 1, kalau tidak ke tahap 10.
  4. Jika data baru tidak dapat diterima dan/atau mendekati Hasil Akhir Ideal (Ideal Final Result), loncat ke tahap 4.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Pemetaan Proses Response Surface Model

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


June 2008
M T W T F S S
     
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Jumlah visitor:

  • 340,400 orang

%d bloggers like this: